WannaCry, Virus Komputer Pengguncang Dunia

WannaCry. Bagi sebagian orang pasti pernah mendengar nama ini. Virus komputer yang menghebohkan dunia. Namanya seperti sebuah ejekan yang berarti ‘ingin menangis‘ bagi yang terkena virus ini. Efeknya memang sangat luar biasa. Tak salah bila kita katakan, WannaCry,virus komputer pengguncang dunia.

Virus ini menyerang dunia pada bulan 12 Mei 2017. Cara kerjanya adalah mengenkripsi data /informasi dari setiap pengguna sistem operasi Microsoft Windows. Enkripsi itu sendiri adalah mengamankan informasi  dengan cara informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan khusus. Para peretas ini melihat ada celah dalam sistem operasi Microsoft Windows. Di sisi lain,Microsoft Windows sangat dominan dalam market share pengguna sistem operasi komputer dunia. Akibatnya, dalam 1 hari tak kurang dari 230.000 komputer dari sekitar 150 negara,terinfeksi virus komputer ini. Untuk bisa kembali menggunakan data/informasi komputer yang terenkripsi,si pembuat dan penyebar virus ini meminta tebusan sekitar $300 dalam 3 hari atau $600 dalam 7 hari dalam bentuk bitcoin. Setidaknya ada 3 alamat bitcoin hardcoded atau penerima pembayaran dari korban virus tersebut. Sekitar $ 130.634,77 telah berhasil dipindahkan dari bitcoin hardcoded.

Baca juga: Ini Dia Anti Virus Komputer Terbaik Di Dunia

Tak kurang dari 50 organisasi/perusahaan/lembaga di dunia terkena dampaknya. Termasuk di indonesia.

  • Polisi Andhra Pradesh, India
  • Aristoteles University of Thessaloniki, Yunani
  • Mobil Dacia, Romania
  • Cambrian College, Kanada
  • Biro keamanan publik China
  • CJ CGV
  • Universitas Maritim Dalian
  • Deutsche Bahn
  • Rumah Sakit Dharmais, Indonesia
  • Rumah Sakit Fakultas, Nitra, Slowakia
  • FedEx
  • Garena Blade and Soul
  • Universitas Teknologi Aerospace Guilin
  • Universitas Teknologi Elektronik Guilin
  • Rumah Sakit Harapan Kita , Indonesia
  • Universitas Hezhou
  • Hitachi
  • Honda
  • Instituto Nacional de Salud, Kolombia
  • Lakeridge Health
  • LAKS
  • Grup LATAM Airlines
  • MegaFon
  • Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia
  • Kementerian Luar Negeri (Rumania)
  • National Health Service (Inggris)
  • NHS Skotlandia
  • Nissan Motor Manufacturing UK
  • O2, Jerman
  • Petrobrás
  • PetroChina
  • Portugal Telecom
  • Q-Park
  • Renault
  • Kereta Api Rusia
  • Pengadilan São Paulo
  • Saudi Telecom Company
  • Dll

Di tengah kekalutan dunia,seorang peneliti keamanan web,berusia 22 tahun bernama Marcus Hutchins menemukan solusinya. Peneliti asal Inggris tersebut menemukan perisai pembunuh yang efektif dengan mendaftarkan nama domain yang dia temukan dalam kode Ransomware. Senin, 15 Mei 2017 perisai pembunuh tersebut memperlambat dan menghentikan penyebaran wabah virus komputer tersebut. Perisai tersebut juga mampu memulihkan data yang terenkrip akibat virus WannaCry. Sehari Sebelumya Microsoft Windows juga merilis patch baru untuk mengantisipasinya. Walaupun tidak lama virus ini benar-benar mengguncang dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *