3 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Keyboard Mechanical

Di dalam dunia perkomputeran, ada dua jenis papan ketik alias keyboard. Yaitu keyboard membrane switch dan keyboard mechanical switch.

Jenis keyboard membrane switch mempunyai penahan dari bahan karet yang menyerupai kubah di bawah tombolnya yang disebut rubber dome. Mekanisme naik-turunnya tombol ketika ditekan juga bertumpu pada kubah tersebut yang berfungsi sebagai pengganti pegas. Harga keyboard jenis ini terbilang murah, karena dalam proses manufakturnya dapat diproduksi secara masal. Untuk mendapatkan keyboard ini pun mudah, kamu bisa mencarinya di toko-toko komputer atau bahkan toko buku di sekitarmu.

 

Sedangkan keyboard mechanical switch tidak memanfaatkan rubber dome untuk mekanisme naik-turun papan ketiknya, namun menggunakan pegas mekanik berbahan alumunium dan besi dan yang berada di dalam switch box-nya. Meskipun mekanismenya terlihat canggih, justru teknologi keyboard jenis ini bukanlah hal yang baru. Keyboard mechanical switch ini merupakan keyboard yang pertama kali diproduksi untuk computer desktop. Kini, harga keyboard jenis ini memiliki banderol yang cukup tinggi, terlebih lagi keyboard mechanical switch ini banyak digunakan untuk keyboard-keyboard gaming.

Tapi meskipun relatif mahal, keunggulan keyboard jenis ini cukup sepadan dengan harganya. Apa saja sih kelebihannya?

3 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Keyboard Mechanical

1. Ketahanan

Ketahanan merupakan kekuatan utama yang ditawarkan oleh keyboard jenis mekanikal ini. No karet-karet! Untuk mekanisme naik-turun papan ketiknya, keyboard mekanikal memanfaatkan switch berbahan metal dan plastik. Dari segi build quality pun keyboard jenis ini terasa kokoh dan berbobot. Jika dipelihara dengan apik, keyboard mekanikal bisa bertahan sangat lama. Sebagai perbandingan, keyboard mekanikal kuat bertahan hingga 50 juta klik, sedangkan keyboard membrane memiliki kekuatan seperlimanya saja, yaitu 10 juta kali tekan.

2. Perawatan lebih mudah

Kamu bisa melepas semua tombol alias keycaps yang ada di keyboard tersebut, hal inilah yang membuat perawatan jenis ini menjadi lebih mudah karena kamu akan lebih mudah untuk membersihkan kotoran-kotoran atau debu yang menyelip di antara tombol-tombol tersebut. Bukan hanya itu, tombol-tombolnya pun bersifat customizable. Kamu bisa merubah tombol-tombol tersebut dengan tombol lain yang lebih menarik atau memiliki tema tertentu.

3. Lebih nyaman

Karena memberikan akurasi yang lebih baik, maka mengetik di keyboard mekanikal ini juga memnerikan sensasi yang lebih nyaman. Karena setiap tombol yang terhampar memiliki jarak beberapa millimeter satu sama lain. Tekstur tombolnya pun memiliki tekstur yang agak cekung, sehingga memberikan kenyamanan ekstra sat jari-jarimu mendarat di atasnya.

Kamu pun tidak perlu mengeluarkan tenaga berlebih saat mengetik karena tombol di keyboard mekanikal bersifat cepat kembali ke semula setelah ditekan. Bila dibandingkan, kamu cukup menekan setengah kedalaman keyboard membrane.

Penggunaan keyboard mekanikal juga dapat menghindarkan kamu dari risiko penyakit Repetitive Strain Injury.

 

Di luar harganya yang memang lebih mahal daripada keyboard membrane, bahkan bisa dibilang jauh lebih mahal, tapi tentu kita akan sepakat jika keyboard mekanikal memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh keyboard membrane. Sekali lagi kita tekankan bahwa variabel yang paling penting dari segala keunggulannya adalah ketahanannya. Bahkan usia keyboard mekanikal diklaim bisa mencapai 30 tahun dengan kondisi yang masih terbilang prima.

So, dana yang kita keluarkan untuk keyboard mekanikal akan menjadi terasa sangat worth it jika memang mampu bertahan selama itu. Tertarik beralih ke keyboard mekanikal? lihat-lihat di sini yuk!

Related posts

6 Rekomendasi Notebook yang Aman dan Nyaman di Kantong 2020

ASUS ROG Terbaru 2020: Review Singkat dan Daftar Harga

Spesifikasi Oppo A3s untukmu yang Tengah Cari Gadget Kekinian!

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More